Taman Kanak-Kanak Masjid Syuhada Yogyakarta Indonesia
Rubrik : Kolom Guru
PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA “KEIMANAN DAN KETAQWAAN”
Selasa, 27 Maret 07 - by : Yuningsih, A. Ma.

“Astaghfirulloh…… Astaghfirulloh……Istighfar………. Istighfar……….Mari kita bacakan ayat Kursy”

Demikianlah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh anak-anak TK Masjid Syuhada kelompok B 4 saat bermain di area drama. Subhanalloh…………….ternyata mereka sedang bermain peran menirukan orang dewasa saat menolong orang sedang jatuh sakit di jalan. Kalimat-kalimat thoyyibah tersebut telah menjadi bagian dalam diri anak dan mampu diucapkan secara spontan.

Inilah salah satu indikator pendidikan agama mulai tertanam dalam diri anak-anak. Seberapa pentingkah pendidikan agama bagi seorang manusia ? mengapa harus ditanamkan sedini mungkin ?

Pendidikan adalah suatu usaha disengaja yang diperuntukkan bagi upaya mengantarkan anak didik untuk menuju pada tingkat atau taraf tertentu, baik moral maupun intelektual. Terlebih di zaman globalisasi ini, di mana begitu banyak informasi dari seluruh sudut dunia dengan mudah memasuki ruang-ruang pribadi keluarga kita, entah itu informasi yang baik ataupun buruk. Pengaruhnya bukan hanya untuk jiwa-jiwa suci anak-anak, bahkan hingga orang dewasa. Hal tersebut dapat kita lihat dengan banyaknya peristiwa di Indonesia yang menggambarkan penurunan kualitas akhlak rakyat Indonesia ; tawuran antar pelajar, pengeroyokan, pencurian, kekerasan dalam rumah tangga hingga korupsi. Begitu banyak faktor yang menyebabkan peristiwa kekerasan tersebut terjadi, yaitu moral, politik, pendidikan, kesempatan kerja, pengaruh budaya asing dan penegakan hukum. Bagaimana solusinya ?Mari kita lihat kembali cita-cita kita dalam mendidik anak-anak. Betapa kita, sebagai orang tua mendambakan buah hati yang sholeh dan cerdas, berguna bagi kemajuan bangsa dan negaranya. Kita yakin bahwa setiap anak diciptakan dalam keadaan fitrah/suci. Untuk menjaga kefitrahannya Islam mengajarkan kepada kita, bahwa mendidik anak dilakukan sejak dalam kandungan hingga ke liang lahat.

Berdasarkan keyakinan kita tersebut dan untuk membentuk generasi yang berkualitas, berguna bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, pemilihan tempat pendidikan bagi anak-anak kita menjadi suatu hal yang harus diperhatikan dengan seksama, bahkan ekstra hati-hati. Perkembangan jiwa anak, termasuk didalamnya perkembangan jiwa agama, merupakan dasar dalam pendidikan. Dalam pendidikan informal, pendidikan agama dalam menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan, dimulai sejak bayi dalam kandungan. Sedangkan melalui pendidikan formal yang sudah disepakati di Indonesia, dimulai pada lembaga Taman Kanak-kanak.

Dalam menanamkan pendidikan agama kepada anak dilakukan tidak hanya pada 1 sisi saja, bukan yang sepotong-sepotong saja, misalnya anak bisa mengaji saja atau bisa sholat saja. Namun secara utuh dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari anak, sejak anak bangun tidur hingga tidur kembali. Pendidikan agama yang utuh meliputi rukun Islam dan rukun Iman dan tentu saja ini membutuhkan pendidik (guru dan orang tua) yang berwawasan luas. Anak dapat mulai kita kenalkan kehidupan akherat, imbalan dari Allah SWT jika anak berbuat baik ataupun berbuat buruk. Insya Allah, kelak jika ia dewasa akan tetap tertanam di dalam dirinya dan yakin bahwa Allah SWT selalu melihat setiap perbuatan makhluk Nya.

Dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan tidak semata-mata hanya berorientasi pada cita-cita intelektual saja. Namun juga tidak melupakan nilai-nilai ketuhanan, individual dan sosial. Artinya, proses pendidikan di samping akan menuntut dan memancing potensi intelektual seseorang, juga menghidupkan dan mempertahankan unsur manusiawi dalam dirinya dengan landasan iman dan taqwa.

Dengan demikian jelaslah, bahwa peran pendidikan agama “Keimanan dan ketaqwaan” sangatlah penting bagi pemberdayaan manusia Indonesia, terlebih jika dilakukan sedini mungkin, yaitu sejak anak usia pra sekolah, bahkan pra TK. Tugas kita sebagai pendidik adalah mendidik dan membina tunas-tunas bangsa dalam kesehariaannya selalu dikaitkan dengan nilai-nilai ketuhanan. Sehingga kelak, mereka mampu menjadi orang yang cendekia, bermoral dan berakhlaq mulia.    

Taman Kanak-Kanak Masjid Syuhada Yogyakarta Indonesia :
Versi Online : /?pilih=lihat&id=34